Kalah, Aljazair Salahkan Bola dan Lapangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Karim Ziani dan Nejc Pecnik saat pertandingan di grup C antara Aljazair dan Slovenia. AP/Darko Bandic

    Dari kiri: Karim Ziani dan Nejc Pecnik saat pertandingan di grup C antara Aljazair dan Slovenia. AP/Darko Bandic

    TEMPO Interaktif ,  Polokwane – Aljazair menuding lapangan dan bola sebagai biang kekalahan mereka dari Slovenia di stadionPeter Mokaba, Minggu (13/6). Wakil Afrika itu kalah 0-1 lantaran blunder kiper Faouzi Chaouchi yang gagal menangkap bola tembakan Robert Koren di menit ke-79.

    Sebelumnya, Aljazair juga kehilangan Abdelkader Ghezzal yang diusir keluar lapangan setelah mendapat kartu kuning kedua lantaran menahan bola dengan tangannya.

    “Sepakbola memang penuh dengan kesalahan dan saya tak mau menyalahkan kedua pemain itu. Saya pikir, mungkin semua itu karena kondisi lapangan. Bola dan lapangannya sangat sulit buat kiper kedua tim,” kata pelatih Rabah Saadane.

    “Kecepatan dan benturannya terutama dalam umpan-umpan silang sangat sulit. Para pemain harus menempatkan bola dengan sangat hati-hati,” lanjutnya.

    Saat ditanya apakah kiper Chaouchi akan dibangkucadangkan dalam laga Aljazair berikutnya lawan Amerika Serikat, Jumat (18/6), Saadane menjawab: “Ia kiper terbaik yang kami punya saat ini.”

    “Ia sudah bilang maaf. Ia meminta maaf kepada tim. Tapi, itu normal dan saya tak mau membahas insiden itu lagi.”

    Dengan kekalahan itu Aljazair terbenam di dasar klasemen Grup C di bawah Inggris dan Amerika Serikat yang sama-sama mengantongi 1 poin. Slovenia bercokol di puncak dengan 3 poin.

    “Situasi akan lebih sulit bagi kami. Peluang terbesar kami adalah pada laga ini lawan Slovenia dan kami melepas kesempatan itu,” ujar Saadane.

    Keluhan tentang kondisi lapangan di stadion Peter Mokaba yang terbuat dari kombinasi rumput dan serat sintetis, juga datang dari kubu Slovenia. Ini kali pertama Piala Dunia dimainkan di lapangan sejenis itu.

    “Saya tak setuju dengan lapangan ini. Kami baru mencobanya kemarin (Sabtu) saat latihan selama 60 menit. Saya tak menjadikannya alasan karena pengaruhnya buat kami dan Aljazair sama,” aku pelatih Matjaz Kek.

    Koren yang mencetak satu-satunya gol kemenangan Slovenia juga melontarkan kritiknya: “Lapangannya sangat cepat dan itu menyebabkan sejumlah kesalahan.”

    REUTERS | A. RIJAL

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.