FIFA Investigasi Ketidakhadiran 8000 Pemegang Tiket Korsel vs Yunani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas keamanan berjalan di antara kursi kosong di Free State stadium, Bloemfontein,Afrika Selatan (13 juni 2010). AP/Hussein Malla

    Seorang petugas keamanan berjalan di antara kursi kosong di Free State stadium, Bloemfontein,Afrika Selatan (13 juni 2010). AP/Hussein Malla

    TEMPO Interaktif ,  Johannesburg - FIFA tengah menyelidiki kemungkinan gangguan dalam sistem transportasi dan distribusi tiket menyusul ketidakhadiran sekitar 8000 pemegang tiket pada laga Korea Selatan lawan Yunani di Port Elizabeth, Sabtu (12/6).

    Hanya 31.513 orang yang datang untuk menyaksikan pertandingan yang dimenangi Korsel 2-0 itu di stadion Nelson Mandela Bay yang berkapasitas 42.486 penonton.

    Padahal, menurut FIFA hanya ada sisa 3000 tiket yang belum terjual pada pagi hari sebelum laga itu digelar.

    “Tampaknya ada banyak orang yang tak datang ke stadion. Kami tengah menyelidiki kasus ini,” ujar juru bicara FIFA, Nicolas Maingot, Minggu (13/6).

    Sebelum turnamen, FIFA menargetkan untuk memastikan seluruh stadion terisi penuh dengan memotong harga tiket untuk pertandingan-pertandingan yang menarik minat para fans.

    ADVERTISEMENT

    Maingot juga mengatakan FIFA ikut membantu membayar ongkos transportasi untuk mengangkut para fans di Afrika Selatan menuju pertandingan-pertandingan yang kurang diminati.

    “Kami telah proaktif dalam urusan itu, dan kami diterapkannya sebuah sistem. Jelas sekali bahwa sistem itu tak sepenuhnya berjalan. Kami terus berusaha memperbaiki hal ini untuk memastikan kasus ini tak terjadi di beberapa laga lainnya.”

    Kondisi serupa terulang pada laga yang kurang glamor antara Aljazair dan Slovenia di Peter Mokaba Stadium, Polokwane, Minggu (13/6). Hanya 30.235 penonton yang hadir di stadion berkapasitas 41.733 penonton itu.

    Padahal, FIFA mengumumkan bahwa hanya ada 700 tiket yang belum terjual beberapa jam sebelum pertandingan itu digelar.

    AP | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.