Jepang-Kamerun: Waktunya Bangkit!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Takeshi Okada. AP

    Takeshi Okada. AP

    TEMPO Interaktif, Bloemfontein - Pertandingan Grup E antara Jepang dan Kamerun di Stadion Free State, Bloemfontein, merupakan laga dua tim yang sedang terpuruk. Tim Samurai hanya menang satu dan mencetak satu gol di empat pertandingan uji coba mereka. Kamerun segendang sepenarian, dengan dua kali imbang dan dua kali kalah.

    Mengingat dua lawan berikutnya Belanda dan Denmark, lebih kuat, tidak ada pilihan selain menang di laga pertama. "Kami memiliki pemain berteknik tinggi, dan akan menyerang," ujar pelatih Jepang Takeshi Okada, Senin (14/6).

    Dia tidak memikirkan rekor buruk di masa uji coba. "Sejak saya memimpin 2,5 tahun, kami punya masa naik dan turun," kata Okada. Menurutnya, pengalaman sudah membuat Jepang siap. "Yang saya harapkan sekarang hanya level penampilan terbaik," ujarnya.

    Okada, yang juga memimpin Jepang di Prancis 1998, meminta pemainnya untuk memberi perhatian ekstra kepada penyerang Kamerun Samuel Eto'o. "Kami butuh lebih dari satu orang untuk menjaga dia," katanya. Bek Marcus Tulio Tanaka, dipastikan akan menempal penyerang bernomor punggung 9 itu setiap saat.

    Eto'o, 29 tahun, merupakan penyerang haus gol. Rekor penampilannya bersama Kamerun adalah 92 kali main dengan 42 gol, menjadikannya penyerang paling subur di negaranya. Dia juga menjadi pemain pertama yang memenangkan Liga Champions Eropa berturut-turut dengan klub berbeda, Barcelona dan Inter Milan. "Dia adalah jimat dan pemain paling penting di tim," kata pelatih Paul Le Guen, yang menyematkan ban kapten Singa Perkasa ke Eto'o sejak memimpin Kamerun tahun lalu.

    FIFA | Reza M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.