Hujan Kartu Kuning Iringi Kemenangan Cile  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mark Gonzalez merayakan golnya ke gawang Chile. AP /Luca Bruno

    Mark Gonzalez merayakan golnya ke gawang Chile. AP /Luca Bruno

    TEMPO Interaktif, Port Elizabeth - Swiss gagal mengulangi keajaiban seperti saat mengalahkan Juara Eropa, Spanyol. Mereka takluk oleh Cile di pertandingan kedua grup H, Senin (21/6). Gol semata wayang dicetak oleh Mark Gonzalez di menit 74.

    Cile langsung menggebrak sejak awal. Pelatih Marcelo Bielsa mengusung pola menyerang 3-4-3 dengan trio penyerang Humberto Suazo, Alexis Sanchez, dan Jean Beausejour.

    Seperti layaknya tim Amerika Latin, Cile mengandalkan umpan-umpan pendek dan mengurung pertahanan Swiss. Hasilnya, mereka menguasai 66 persen ball possession. Arturo Vidal dan Carlos Carmona bergantian melepas tembakan keras, dan memaksa kiper Swiss Diego Benaglio melakukan penyelamatan ganda di menit ke-10.

    Namun taktik bertahan yang diterapkan pelatih Ottmar Hitzfeld membuat Cile kesulitan menembus gawang. Bek tengah Stephane Grichting bermain gemilang mengamankan kotak penalti Swiss.

    Swiss ketiban sial saat sayap kanan Valon Behrami diusir di menit ke-30. Wasit Khalil al-Ghamdi dari Arab Saudi menudingnya menyikut Vidal. Pemain Swiss memprotes keputusan itu, sebab Behrami hanya melindungi bola dari lawan yang berusaha merebut bola dari belakang. Dari tayangan ulang juga tidak terlihat sikut yang melayang. Namun wasit bersikukuh, dan mencatatkan kartu merah kesepuluh di Piala Dunia ini.

    Unggul jumlah pemain, Cile menerapkan taktik gung ho alias menyerang habis-habisan. Mereka mendapat 69 persen penguasaan bola dan 14 kali tembakan ke gawang. Membuat Gokhan Inler cs tidak memiliki pilihan selain bertahan.

    Taktik ultra-defensive yang diterapkan pelatih Hitzfeld membuat barisan penyerang Cile frustasi. Namun pada menit ke-74, pemain pengganti Esteban Paredes berhasil lolos jebakan off-side dan menerobos sisi kiri pertahanan Swiss. Dia lalu mengirim umpan lambung yang disambut sundulan Mark Gonzalez. Pemain CSKA Moskow ini mengubah kedudukan jadi 1-0 untuk Cile.

    Tertinggal, pelatih Hitzfeld memerintahkan anak buahnya untuk menyerang. Sebaliknya, Cile tidak puas dengan keunggulan tipis ini. Permainan jadi menarik karena kedua tim saling serang. Sayang para penyerang kurang beruntung karena tembakan-tembakan tidak menemui sasaran.

    Kepemimpinan wasit kembali menjadi sorotan. Selain kartu merah, wasit Khalil al-Ghamdi sembilan kali mengeluarkan kartu kuning dari sakunya. Hampir semua keputusannya diprotes pemain, baik Cile maupun Swiss karena dinilai tidak adil.

    Walaupun menang dan memimpin grup dengan nilai 6, Cile tidak terlalu diuntungkan di pertandingan ini. Pasalnya mereka kehilangan dua pemain kunci di lini tengah, Matias Fernandez dan Carlos Carmona, di partai pamungkas melawan Spanyol.

    Spanyol, walaupun kalah di pertandingan awal masih bisa mengejar ketertinggalan dan lolos ke babak 16 besar jika mengalahkan Honduras dini hari nanti, dilanjutkan mengalahkan Cile pada Jumat (25/6) mendatang.

    FIFA | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.