FIFA Sangat Puas Dengan Penampilan Wasit

Reporter

Editor

Pemain Amerika Serikat Jozy Altidore dan Michael Bradley, memprotes wasit Koman Coulibaly, dalam pertandingan anatar Amerika Serkat dan Slovenia di stadion Ellis Park, Johannesburg,Afrika Selatan (18/6). AP/Luca Bruno

TEMPO Interaktif , Derdepoort – Terlepas dari banyaknya kritikan tentang sejumlah keputusan wasit di Piala Dunia 2010, Ketua Komisi Wasit FIFA, Jose-Marcia Garcia-Aranda, mengaku amat sangat puas dengan penampilan para pengadil itu.

“Beberapa di antaranya bukan keputusan yang bagus dan itu, bagi manusia itu sesuatu yang alami,” katanya kepada para wartawan, Senin (21/6). “Kami terus berusaha meningkatkan sejumlah keputusan yang kami anggap belum bagus dan karena alasan itu kami berlatih setiap hari.”

Wasit asal Uruguay, Jorge Larrionda, berkilah para fans sepakbola di Amerika Selatan tak suka kepada wasit yang terlalu banyak bicara tentang diri mereka sendiri.

“Barangkali, lebih baik menutup mulut,” kata Larrionda, yang akan memimpin laga ketiga di Afrika Selatan saat Australia berhadapan dengan Serbia, Rabu (23/6).

Sebagian besar dari ke-30 wasit yang bertugas di Afrika Selatan mengikuti sesi latihan di sebuah sekolah di Pretoria. Hanya, wasit asal Mali, Koman Couilbaly, dan Stephane Lannoy dari Prancis yang absen karena baru bertugas sehari sebelumnya, Minggu (20/6).

Menariknya, keduanya merupakan wasit yang telah mengeluarkan keputusan paling kontroversial. Lannoy menuai kritikan karena membiarkan handball yang dilakukan Luis Fabiano saat mencetak gol kedua Brasil lawan Pantai Gading. Ia juga mengganjar Ricardo Kaka dengan kartu merah dalam laga Grup G yang berakhir dengan kemenangan 3-1 buat Brasil itu.

Sementara Couilbaly menjadi sorotan dunia lantaran menganulir gol yang seharusnya jadi penentu kemenangan Amerika Serikat dalam laga Grup C lawan Slovenia yang berakhir imbang 2-2 Jumat lalu.

Couilbaly juga membuat berang para pemain Amerika lantaran tak menjelaskan alasan di balik keputusannya itu.

Di awal pertandingan itu, Couilbaly juga melakukan kekeliruan dengan memberikan kartu kuning kepada pemain Amerika, Robbie Findley, yang dinilai handball padahal bola menghantam wajahnya.

Itu adalah kartu kuning kedua buat Findley sehingga ia tak bisa tampil saat Amerika menghadapi Aljazair di laga terakhir Rabu ini.

Garcia-Aranda menegaskan FIFA tak akan mendiskusikan keputusan masing-masing wasit yang berasal dari keenam zona konfederasi.

“FIFA bangga mendapatkan wasit-wasit bagus ini dari semua konfederasi. Level para wasit ini amat, sangat tinggi.”

Menurut Garcia-Aranda, kesalahan para wasit itu menjadi jauh lebih terekspos dibanding sebelumnya lantaran banyaknya kamera yang merekam setiap kejadian di seluruhj sudut lapangangan.

“Kami telah melihat keputusan luar biasa di lapangan. Setelah itu, dengan 32 kamera di lapangan, ribuan orang bisa menilai insiden yang terjadi. Kami menyadari keputusan-keputusan itu tak sepenuhnya benar.”

FIFA mempersiapkan 30 wasit yang masing-masing didampingi dua hakim garis. Para wasit ini akan mendapat bayaran masing-masing 50 ribu dolar AS.

Garcia-Aranda mengatakan para wasit punya tugas untuk berusaha menerapkan aturan permainan di lapangan, bukan untuk menjelaskan setiap insiden yang terjadi karena jika demikian mereka tak akan fokus pada pertandingan.

“Tak seorang pun bisa mengatakan bahwa kredibilitas sepakbola tengah diragukan.”

REUTERS | A. RIJAL






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.