Persaingan Grup C Inggris dalam Kondisi Tertekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Hasil gemilang di babak kualifikasi ternyata tidak dapat diperlihatkan tim Inggris di Afrika Selatan. The Three Lions hanya bisa bermain seri melawan Amerika Serikat dan Aljazair. Hasil imbang ini, terutama saat melawan Aljazair, tergolong agak mengherankan mengingat reputasi pasukan Fabio Capello itu sebagai tim besar di Eropa dan dunia.

    Malam ini, di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, Inggris menentukan nasibnya sendiri dalam laga melawan Slovenia. Dan, dalam waktu bersamaan, di Stadion Loftus Versfeld, Pretoria, Amerika Serikat dan Aljazair, yang masing-masing masih memiliki peluang, bertemu. Jika Inggris kalah, pemenang dalam pertandingan antara Amerika dan Aljazair akan mendampingi Slovenia ke babak kedua.

    Inggris tidak ada pilihan selain menang atas Slovenia. Kemenangan tak hanya akan menyelamatkan peluang lolos ke babak kedua. Lebih dari itu, kemenangan atas Slovenia akan mengembalikan reputasi Inggris sebagai tim besar yang pantas diwaspadai tim mana pun di Piala Dunia kali ini.

    Namun meraih kemenangan atas Slovenia dalam situasi seperti ini bukanlah hal mudah bagi Inggris. Alasannya bukan dari sisi materi dan kualitas pemain. Dari sisi materi dan kualitas pemain, Inggris cukup kuat dan seharusnya bisa mengalahkan tim mana pun karena mereka memiliki para pemain dan pelatih kelas dunia. Masalah utama Inggris sekarang ini adalah mental.

    Meredupnya sinar tim Inggris bisa dikatakan berawal dari kasus perselingkuhan John Terry dengan mantan tunangan Wayne Bridge yang kemudian merembet kepada pergantian kapten di tim Inggris. Pergantian kapten ini ternyata belum mampu mengangkat penampilan Inggris karena tim itu dihuni pemain-pemain bintang yang masing-masing punya ego. Di saat-saat seperti ini, ego itu harus dibuang jauh-jauh.

    Sekarang tekanan memang ada pada diri pemain Inggris sendiri. Dengan keharusan menang, sementara Slovenia masih punya peluang lolos dengan hasil seri, Inggris dituntut bisa mendobrak segala tekanan dan menunjukkan mentalitas sebagai tim kuat yang bisa selamat dari saat-saat kritis.

    Pada laga lain, pertemuan Amerika Serikat melawan Aljazair menjanjikan pertandingan menarik. Keduanya dituntut menang. Kalah satu atau dua gol akan sama saja artinya. Karena itu, kedua tim pasti akan bermain menyerang, frontal, dan terbuka, khususnya Aljazair.

    Karena baru mendapat satu poin, peluang Aljazair lolos menjadi sangat kecil. Karena itu mereka akan mengeluarkan segenap kemampuan.
    Amerika Serikat akan melakukan hal yang sama. Mereka tentunya tidak mau menggantungkan diri pada Slovenia untuk mengalahkan Inggris. Sebab, hal itu akan sangat berat dan Inggris lebih difavoritkan untuk menang. Karena itu, Amerika Serikat pasti juga akan mati-matian merebut kemenangan.

    Dengan materi pemain yang lebih lengkap, Amerika Serikat punya peluang untuk memenangi pertandingan ini. Amerika Serikat sudah menunjukkan organisasi permainan yang rapi dan konsisten. Semangat mereka juga luar bisa seperti yang tampak saat memperbaiki ketinggalan dua gol dan menyamakan kedudukan saat melawan Slovenia di laga kedua.

    Djoko Malis Mustafa, Pemain Nasional (1976-1978)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.