Pemain Aljazair Pukul Wartawati di Ruang Wawancara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafik Saifi. AP/Rob Harris

    Rafik Saifi. AP/Rob Harris

    TEMPO Interaktif, Pretoria - Pemain Aljazair Rafik Saifi menampar wajah wartawan perempuan setelah kekalahan dramatis dari Tim Amerika Serikat, di Stadion Loftus Versfeld, Rabu malam. Saat berjalan menuju ruang wawancara, Saifi melihat Asma Halimi, wartawan yang bekerja untuk surat kabar Competition, Aljazair. Dia langsung memukul dengan tangan terbuka di depan puluhan saksi. Halimi membalas dengan menampar mulut pemain itu.

    Saifi kemudian melemparkan botol minum ke dinding ruang wawancara, saat Halimi diselamatkan petugas keamanan dengan dibawa keluar ruangan.

    Saifi menjadi pemain pengganti lima menit terakhir sebelum Amerika memetik kemenangan 1-0. "Saya tidak berkata apa-apa, tiba-tiba dia menampar dan memukul saya," kata Halimi kepada Yahoo! Sports. "Jadi saya balas memukulnya."

    Sebelumnya, Saifi dan Halimi sudah terlibat perbedaan pendapat atas sebuah artikel yang ditulis Halimi di surat kabarnya. "Dia sedang berdiri di sana dan orang itu datang ke sini dan dia memukulnya," kata Francisco Aguilar Chang, seorang reporter dari Guatemala yang menyaksikan insiden itu. "Lalu ia memukulnya kembali dan kukunya menancap di bibir."

    Saifi dan pejabat sepak bola Aljazair menolak berkomentar ketika ditanyai oleh Yahoo! Sport. Tim Aljazair mendapat kritik keras karena hasil mengecewakan di Piala Dunia setelah menjadi juru kunci di Grup C.

    Sementara Halimi ketika ditanya apakah akan meluncurkan keluhan resmi kepada badan FIFA dan FA Aljazair. Halimi menjawab: "Tentu saja."

    YAHOOSPORTS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.