Swiss Loyo, Hitzfeld Klaim Kemenangan dari Spanyol Abadi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Hendry Thomas, Gokhan Inler, Alexander Frei, dan Danilo Turcios berjabat tangan usai pertandingan Honduras vs Swiss.  REUTERS/Radu Sigheti

    (dari kiri) Hendry Thomas, Gokhan Inler, Alexander Frei, dan Danilo Turcios berjabat tangan usai pertandingan Honduras vs Swiss. REUTERS/Radu Sigheti

    TEMPO Interaktif,Bloemfontein:Pelatih Swiss Ottmar Hitzfeld mengklaim kemenangan timnya dari Spanyol “sebuah kemenangan untuk keabadian”. Namun itu saja belum cukup untuk meloloskan Schweizer Nati-julukan Swiss untuk melaju ke babak 16 besar.

    Setelah menang meyakinkan 1-0 dari Spanyol pada laga pembuka Grup H, Swiss gagal mengulangi kesuksesannya ketika bermain imbang 0-0 dengan Honduras pada laga akhir penyisihan grup.

    “Kemenangan melawan Spanyol adalah sebuah kemenangan untuk selamanya. Ini adalah hasil luar biasa yang bisa dipetik sebuah tim. Pertandingan itu kekal di ingatan semua fans dan saya meyakini ini juga dirasakan semua orang di Swiss,” tegas Hitzfeld.

    Performa Swiss, setelah menang dari Spanyol seolah pudar. Setelah Gelson Fernandes mengemas golnya pada menit ke-59 di Durban, Swiss dipaksa takluk 1-0 dari Cile ketika bermain dengan pertahanan yang rapat. Penampilan buruk itu dilanjutkan tim setelah gagal menambang gol melawan Honduras di Free State Stadium. Jika saja skuad Hitzfeld bisa mengemas minimal dua gol untuk dipastikan justru Cile yang bakal tersingkir dari penyisihan grup.

    “Kami mempunyai ambisi besar dalam pertandingan ini. Kami tahu kami harus menang dengan dua gol dan pada akhirnya tim ini mendapat terlalu banyak hambatan. Kami bermain terlalu gugup,” keluh Hitzfeld.

    ADVERTISEMENT

    Swiss ditotal baru mampu mencetak tiga gol dalam tujuh pertandingan terakhir. Itu pun dihasilkan dari permain gelandang. “Anda hanya mampu mencetak tiga gol dalam tujuh pertandingan terakhir. Ini juga dihasilkan dari seorang gelandang,” keluh bek Stephane Grichting.

    “Kami mempunyai semuanya di tangan kami...namun gagal mekakukannya,” jelasnya.

    Meski Swiss gagal, Hitzfeld memuji kinerja bek dan kiper Diego Benaglio. Ia justru mengeluhkan kemampuan para penyerangnya ketika melawan Honduras.

    “Kami gagal mewujudkan janji kami. Kami gagal memenuhi keinginan awal. Apa yang bisa saya katakan? Kami tidak bermain dengan penuh perjuangan ketika menghadapi situasi sulit,” keluhnya.

    Gawang Benaglio hanya kebobolan satu gol sepanjang tujuh pertandingan di dua Piala Dunia. “Kami memerlukan banyak penyerang,” kata Hitzfeld mengomentari pertanyaan apa yang perlu dilakukan Swiss ke depannya.

    !-- @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } -->

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.