Kesabaran Kontra Semangat Kuda Hitam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robin van Persie. AP/Frank Augstein

    Robin van Persie. AP/Frank Augstein

    TEMPO Interaktif, DURBAN - Sejauh ini Belanda lebih mementingkan target daripada gaya permainan di Piala Dunia kali ini. Pelatih Oranye, Bert van Marwijk, puas karena prinsip mementingkan substansi kehadiran timnya dalam pergelaran olahraga terbesar itu sudah membuahkan hasil di penyisihan grup. Marwijk yakin, dengan cara yang lebih pragmatis itu, Belanda bisa mengalahkan pembunuh raksasa, Slovakia, dalam laga 16 besar hari ini dan mengamankan tempat di perempat final.

    Belanda menjadi favorit dalam laga di Stadion Moses Mabhida, Durban, tapi tim ini tak mau terlena dengan posisi tersebut setelah Slovakia menjungkalkan Italia 3-2 dan memulangkan juara bertahan itu ke negaranya. Slovakia juga terangkat moralnya karena salah satu top score sementara dalam turnamen kali adalah penyerangnya, Robert Vittek. Ia mencetak tiga gol sebagaimana penyerang Argentina, Gonzalo Higuain, dan Luis Suarez dari Uruguay. "Slovakia main bagus," kata salah satu bek tengah Belanda, John Heitinga. "Anda tidak bisa menilai keberhasilan mereka mengalahkan Italia hanya kemenangan biasa," pemain klub Everton itu melanjutkan.

    Ada isyarat kuat dari pertandingan terakhir Belanda di penyisihan grup melawan Kamerun, yakni tim asuhan Van Marwijk itu akan mempertahankan gaya permainan yang sabar. Belanda akan melakukan umpan-umpan satu-dua kali sentuhan pendek mendatar sambil terus bergerak dan baru menusuk ke gawang atau menembak jika ada celah di pertahanan lawan.    

    Gol pertama Belanda ketika mengalahkan Kamerun 2-1 menunjukkan hal itu. Penyerang Arsenal, Robin van Persie, melakukan kerja sama umpan satu-dua kali sentuhan dengan Rafael van der Vaart dan  Dirk Kuyt, sebelum Persie mendapat ruang untuk mencetak gol.

    Tapi Van Marwijk tidak puas dengan penampilan timnya saat melawan Kamerun. Mantan pelatih Feyenoord di Liga Belanda dan Borussia Dortmund di Liga Jerman itu ingin timnya mengontrol penguasaan bola sepenuhnya dan lebih sabar dalam membuka pertahanan lawan. Cara itu mungkin tidak memuaskan seluruh suporter Belanda yang masih mengagungkan gaya total football. "Tapi dengan cara itu kami memenangi pertandingan-pertandingan," Van Marwijk berkilah.

    Ia mengatakan, melawan Kamerun, anak-anak asuhannya terlalu sering membiarkan bola lepas dari penguasaan. "Kami harus lebih tajam melawan Slovakia. Jika kami bisa mempertahankan konsentrasi seperti pada dua pertandingan perdana dan mencari ruang terbuka dengan pergerakan langsung ke jantung pertahanan lawan, maka kami bisa menampilkan permainan terbaik kami," kata Van Marwijk. "Setelah itu mesti sabar, karena kami punya kecepatan mencetak gol. Tapi Anda tidak bisa mengharapkan hal itu segera terjadi dalam 20 menit," ia melanjutkan.

    Finalis Piala Dunia 1974 dan 1978 ini mengalahkan Denmark 2-0 dan Jepang 1-0 dalam dua pertandingan pertama untuk mencatatkan rekor kemenangan 100 persen di penyisihan grup. Adapun Slovakia seri 1-1 dengan Selandia Baru dan kalah 0-2 oleh Paraguay sebelum meraih kemenangan 3-2 yang menentukan saat melawan Italia. Van Marwijk mengatakan Slovakia bakal berbahaya, karena sebagai debutan, baru sedikit yang menjagokan tim itu di Afrika Selatan ini.

    Spirit Slovakia

    "Kami datang ke sini sebagai muka baru dan tim yang tidak diperhitungkan," kata Vittek setelah mencetak dua gol, yang menolong negaranya menumbangkan Italia. "Tapi kami sudah satu kali mengejutkan dan kami ingin melakukannya lagi. Kami sudah menaikkan derajat sepak bola Slovakia di atas negara-negara lainnya," kata Vittek.

    Pelatih Slovakia, Vladimir Weiss, mengatakan timnya akan melawan Belanda dengan spirit yang sama ketika berhasil mempermalukan Italia. "Mereka favorit, tapi Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi," kata Weiss. "Mereka punya pemain menyerang, seperti (Wesley) Sneijder dan Van der Vaart. Itu tidak mudah melawan mereka. Mereka memenangi semua partai grup. Mereka tim fantastis dengan para pemain yang fantastis pula," ia melanjutkan.

    Bintang sayap Bayern Muenchen, Arjen Robben, melakukan debutnya dalam putaran Piala Dunia kali ini ketika tampil sebagai pemain pengganti pada babak kedua melawan Kamerun. Hal itu membuat suporter Belanda berharap tim kesayangannya bermain lebih cantik. Pemain kidal itu menyuguhkan salah satu senjatanya, tembakan menyilang yang membentur mistar, dan rekannya, Klaas Jan Huntelaar, dengan mudahnya menceploskan bola ke gawang lawan.

    Robben cedera pergelangan kaki kiri dalam partai pemanasan terakhir melawan Hungaria, 5 Juni, dan tiba belakangan di Afrika Selatan serta absen dalam dua laga perdana. Kini ia sudah siap main. "Dalam 20 menit, ia sudah menunjukkan betapa penting kehadirannya buat kami. Sekarang target kami adalah memperbesar peluangnya untuk main lebih lama," kata Van Marwijk.

    Masalah cedera sudah lewat dari hadapan Van Marwijk. Tapi ia masih punya problem lain: enam dari 11 pemain starternya sudah mendapat kartu kuning. Kuyt, Van Persie, Van der Vaart, Nigel de Jong, Gregory van der Wiel, dan kapten Giovanni van Bronckhorst bisa absen di perempat final melawan Brasil atau Cile jika menang atas Slovakia tapi memperoleh kartu kuning lagi. AP | REUTERS | PRASETYO

    WASIT: Alberto Undiano (Spanyol)
    PERINGKAT DUNIA: Belanda  4, Slovakia 34
    MEREKA BELUM PERNAH BERTEMU


    GRAFIS FORMASI PEMAIN MAS DESAIN

    BELANDA 4-5-1
    1-STEKELENBURG -KIPER
    2-VAN DER WIEL -BEK KANAN, 3-HEITINGA -BEK TENGAH, 4-MATHIJSEN -BEK TENGAH, 5-VAN BRONCKHORST -BEK KIRI
    7-KUYT -GELANDANG KANAN, 6-VAN BOMMEL -GELANDANG TENGAH, 8-DE JONG -GELANDANG TENGAH, 23-VAN DER VAART -GELANDANG TENGAH, 10-SNEIJDER -GELANDANG KIRI
    9-VAN PERSIE - UJUNG TOMBAK

    SLOVAKIA 4-4-2
    1-MUCHA -KIPER
    2-PEKARIK -BEK KANAN, 3-SKRTEL -BEK TENGAH, 16-DURICA -BEK TENGAH, 5-ZABAVNIK -BEK KIRI
    10-KOPUNEK -GELANDANG KANAN, 10-STOCH -GELANDANG TENGAH, 17-HAMSIK -GELANDANG TENGAH, 19-KUCKA -GELANDANG KIRI
    18-JENDRISEK, 11-VITTEK -DUA PENYERANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.