Tiga Penendang Bebas Milik Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusuhito Endo (kiri), Keisuke Honda, dan Shunsuke Nakamura. REUTERS/Toru Hanai, AP/Shuji Kajiyama/Shuji Kajiyama

    Yusuhito Endo (kiri), Keisuke Honda, dan Shunsuke Nakamura. REUTERS/Toru Hanai, AP/Shuji Kajiyama/Shuji Kajiyama

    TEMPO Interaktif, KNYSNA-- Paraguay harus ekstrawaspada menghadapi tendangan-tendangan bebas dari Jepang, terutama jika tendangan bebas itu diambil di sekitar kotak penalti La Albirroja. Tim Samurai Biru punya tiga jagoan penendang bebas yang berbahaya.

    Penyerang Keisuke Honda dan gelandang serang Yusuhito Endo telah membuktikan keampuhan tendangan maut mereka di Afrika Selatan. Keduanya mencetak gol dari jarak jauh melalui tendangan bebas saat Jepang menggilas Denmark 3-1 dalam laga terakhir Grup E.

    Selain Honda dan Endo, Jepang masih punya Shunsuke Nakamura. Pada saat masih bermain untuk Glasgow Celtic (2005-2009), Nakamura terkenal di seantero Eropa karena tendangan bebasnya. Yang paling sensasional adalah tendangan bebasnya yang menjebol gawang Manchester United pada Liga Champions 2006.

    Di Afrika Selatan, Nakamura baru sekali turun sebagai pemain pengganti saat Jepang dikalahkan Belanda 0-1 dalam laga kedua babak grup. Tapi mengingat reputasinya di Eropa, tendangan bebas Nakamura--yang kini bermain untuk Yokohama Marinos--dipercaya lebih berbahaya dibanding tendangan bebas milik Honda dan Endo.

    Penjaga gawang Jepang, Yoshikatsu Kawaguchi, menyatakan timnya mungkin akan bertanding dengan mengandalkan pertarungan psikis. Bagi Kawaguchi, permainan yang cerdas akan bisa membawa Jepang lolos ke babak perempat final. Salah satu bentuk permainan psikis dan cerdas itu bisa ditunjukkan dengan tendangan-tendangan bebas.

    "Paraguay punya pemain-pemain kuat, teknik yang bagus, dan organisasi yang bagus," kata Kawaguchi. "Tendangan bebas adalah poin penting bagi kami. Sangatlah penting bagi kami mendapat tendangan bebas dekat kotak penalti."

    AP|ARIS M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.