Sebuah Iklan Mengabarkan Brasil Telah Tersingkir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juan (tengah) melompat girang usai Brasil dipastikan melaju ke delapan besar dalam Piala Dunia Afrika di Ellis Park stadium (29/06). Tim Samba memukul telak Cile dengan 3-0. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Juan (tengah) melompat girang usai Brasil dipastikan melaju ke delapan besar dalam Piala Dunia Afrika di Ellis Park stadium (29/06). Tim Samba memukul telak Cile dengan 3-0. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    TEMPO Interaktif , Sao Paulo – Para pemnaca salah satu harian terbesar di Brasil sempat dikejutkan oleh sebuah iklan yang dimuat di edisi Selasa (29/6), mengabarkan bahwa tim kesayangan mereka telah tersingkir dari Piala Dunia 2010.

    Iklan itu dimuat sehari setelah pasukan Dunga memastikan lolos ke perempat final usai mengalahkan Cile 3-0 dalam laga 16 Besar.

    Iklan yang keliru itu dimuat di harian Folha de Sao Paulo berdasarkan pesanan sebuah jaringan supermarket terbesar di Brasil, Extra.

    Dalam iklan itu supermarket tersebut mengungkapkan kesedihan atas 'kegagalan' Selecao dan menghibur para fans bahwa setidaknya mereka kini bisa memandang ke Piala Dunia 2014 yang akan digelar di negara itu.

    “Tim itu telah tersingkir dari Piala Dunia, tapi tidak dari hati kita,” demikian bunyi iklan Extra supermarket. “Terima kasih Brasil, kita akan bertemu kalian lagi pada 2014,” tambahnya.

    Bunyi iklan tersebut sangat mengejutkan mengingat Brasil bukan hanya berhasil lolos ke perempat final, tapi juga meraih tiketnya secara meyakinkan dengan menghajar Cile 3 gol tanpa balas untuk menantang Belanda di Port Elizabeth, Jumat (2/7).

    Seorang juru bicara perusahaan induk dari supermarket tersebut mengatakan harian Folha de Sao Paulo telah melakukan kesalahan dengan memuat iklan pesanan mereka yang keliru.

    REUTERS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.