Tevez Tak Henti Bermimpi Menangkan Piala Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Argentina Carlos Tevez meluapkan kegembiraannya setelah berhasil mencetak gol ke gawang Meksiko, dalam pertandingan babak enam belas besar Piala Dunia 2010 di stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan (28/6). AP/Hassan Ammar

    Pemain Argentina Carlos Tevez meluapkan kegembiraannya setelah berhasil mencetak gol ke gawang Meksiko, dalam pertandingan babak enam belas besar Piala Dunia 2010 di stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan (28/6). AP/Hassan Ammar

    TEMPO Interaktif, Johannesburg - Jika Lionel Messi merepresentasikan kejeniusan Argentina, maka Carlos Tevez adalah lambang semangat juang tim Tango. Teves merupakan pejuang yang tak pernah lelah berlari dan mendobrak pertahanan lawan demi tim dan negaranya. Sang pejuang itu mengaku tak bisa berhenti memikirkan Argentina menang Piala Dunia 2010.

    “Aku sungguh lapar kejayaan sehingga aku tidak dapat membayangkan jika gagal memenangkan piala,” kata Tevez kepada surat kabar Argentina, Clarin. “Aku akan sangat sedih, aku tidak akan bisa menanggung kekalahan pada hari Sabtu nanti.”

    Argentina akan bertemu Jerman di babak perempat final pada hari Sabtu nanti. Laga itu akan digelar di Cape Town. Menilik hasil sempurna yang telah diraih dari partai pertama hingga babak eman belas besar, Argentina difavoritkan bisa mengatasi Jerman.

    Tevez, lahir di Buenos Aires 5 Februari 1984, adalah salah satu dari lima pemain tersisa dalam sukar Argentina di Piala Dunia 2006. Waktu itu Argentina kalah dari tuan rumah Jerman melalui adu penalti. Bagi Tevez, ini adalah kesempatan besar membalas kekalahan itu. Tevez pun mengaku tak gentar lagi melawan tim Panser.

    “Aku lebih takut Mesiko dari pada Jerman,” ujarnya. “Sebab pemain Meksiko bermain sepak bola dengan lebih baik. Mereka mengambil bola dari kami di menit-menit pertama juga di awal babak kedua. Kami akan lebih menderita jika gagal memukul balik di saat yang tepat.”

    ADVERTISEMENT

    Tevez tumbuh di lingkungan yang keras di Buenos Aires. Para tetangganya dulu memanggilnya sebagai “Banteng Apache.” Itulah sebabnya saat ini ia punya nama panggilan “El Apache,” selain nama panggilan lain “Carlitos” yang digunakan pelatihnya, Diego Maradona.

    Penyerang berusia 26 tahun itu punya bekas luka bakar di leher dekat telinga kanannya. Bekas luka itu akibat kecelakaan kebakaran sewaktu Tevez masih kecil. Tevez menolak operasi plastik untuk menutupi bekas lukanya itu. Hal ini untuk menunjukkan karakternya yang tak kenal takut.

    Tevez memulai debut profesionalnya untuk Boca Juniors di Liga Argentina pada usia 17 tahun. Ia pindah ke Liga Brasil untuk bermain di Corinthians hingga pindah ke Inggris untuk membela West Ham United di tahun 2006. Puncak kesuksesan di klub ia raih saat membela Manchester United dengan status pinjaman. Tevez membantu MU merebut juara Liga Primer Inggris sebelum akhirnya pindah ke rival sekota, Manchester City, awal musim lalu.

    AP|ARIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...