Castro: Keputusan Wasit Memberatkan Tim-tim Amerika Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP photo/Jose Goitia

    AP photo/Jose Goitia

    TEMPO Interaktif, Havana:Publik Kuba akhir-akhir ini dibuat bingung dan bertanya apakah mantan pemimpinnya Fidel Castro masih hidup. Teka-teki itu dijawab pria berusia 84 tahun yang menurut laman Goal.com memberikan pandangannya tentang berlangsungnya turnamen Piala Dunia dengan menggunakan jaket Puma.

    Castro menganggap kebijakan wasit yang bertugas di Afrika Selatan bias terutama ketika memimpin pertandingan tim Amerika Selatan melawan tim lainnya.

    “Mayoritas fan sepak bola bahkan tidak mengetahui Uruguay berada di benua mana. Namun sepertinya wasit melakukan kebijakan yang bias kepada tim-tim Amerika Selatan,” ketus Castro, Rabu (7/7).

    Castro bukan tanpa contoh. Ia memperlihatkan fakta ketika Brasil kalah 2-1 dari Belanda pada laga perempat final. “Semua keputusan wasit tidak menguntungkan Brasil dan mereka harus bermain dengan 10 orang (stelah Felipe Melo diusir) pada waktu yang krusial, yang seharusnya tidak dilakukan sebelumnya,” tegas pemimpin karismatis tersebut.

    Castro boleh saja menganggap wasit tidak adil kepada tim Amerika latin. Namun setelah Uruguay tersingkir di tangan Belanda (skor 3-2) kini tinggal tersisa tiga tim Eropa yang salah satunya akan tersingkir untuk memberi kedua tim lainnya peluang meraih gelar Piala Dunia Afrika Selatan.

    YAHOOSPORTS | BAGUS WIJANARKO

    BERITA TERPOPULER LAINNYA:

    Krisdayanti Siap Mati Jika Ada Video Mesum Mirip Dirinya

    Lindsay Lohan Dihukum 90 Hari Penjara

    George Michael Ditahan

    Messi Dengarkan Oasis sebelum Pertandingan, Torres Pilih Kasabian

    Jerman Lewati Rekor Brasil

    Castro: Keputusan Wasit Memberatkan Tim-tim Amerika Selatan

    Sirkus Dipindah Ke Balai Kartini

    Larissa Riquelme Tetap Akan Berlari Telanjang Meski Paraguay Tersingkir

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.