Puyol Mencetak Gol Termanis Sepanjang Kariernya di Spanyol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carles Puyol merayakan gol ke gawang Jerman bersama Gerard Pique. REUTERS/Jerry Lampen

    Carles Puyol merayakan gol ke gawang Jerman bersama Gerard Pique. REUTERS/Jerry Lampen

    TEMPO Interaktif , Durban:Tandukan keras yang meloloskan Spanyol ke babak final pertama Piala Dunia mungkin akan diingat sebagai penampilan sempurna Carles Puyol, di mana bek veteran itu sedang mempertimbangkan untuk pensiun setelah berakhirnya turnamen di Afrika Selatan.

     

    Puyol mencetak gol dengan tandukan kerasnya pada menit ke-73 untuk memastikan kemenangan 1-0 Spanyol dari Jerman di Durban. Pemain berusia 32 tahun itu mengatakan akan membuat keputusan soal masa depannya dengan tim nasional setelah laga final.

    Jika bek tengah Barcelona itu memutuskan untuk pergi, ini akan dipandang sebagai hal yang indah di mana golnya ke gawang kiper Jerman Manuel Neuer adalah gol ketiga yang berhasil diciptakannya buat Spanyol setelah tampil 89 kali di laga internasional.

    “Setelah semua yang diberikannya kepada tim nasional, Puyol layak mencetak gol seperti itu. Lintasan yang dibawa Puyol di tim patut dikagumi dan lebih baik ketimbang meloloskan kami ke final,” puji bek Joan Capdevilla, Kamis (8/7).

    Seperti biasa, Puyol memilih bungkam seribu bahasa setelah pertandingan berakhir di Moses Mabhida Stadium, meninggalkan rekan setimnya untuk berbicara tentang pentingnya gol yang sukses dijaringkan pria berambut keriting itu.

    “Mari berharap Puyol mencetak gol kembali dan memberikan kami kemenangan,” ujar David Villa yang berharap Puyol bisa kembali menjadi pahlawan bagi Spanyol ketika berhadapan dengan Belanda pada laga final di Soccer City Stadium, Johannesburg 11 Juli mendatang.

    Rambut panjang Puyol yang terlihat tak pernah disisir dan fisiknya yang tegap membuatnya didapuk dengan sebutan “Tarzan”. Namun, striker lawan jarang dibuat tertawa ketika berhadapan dengan pemain yang menyumbangkan beberapa gelar Liga Champions dan Liga Spanyol buat Barcelona sepanjang 11 tahun kariernya di Nou Camp.

    Kemampuan Puyol dalam mencetak gol pada pertandingan besar juga paten. Ia mencetak gol yang menyerupai tandukannya ketika Barcelona mencatatkan rekor kemenangan 6-2 dari Real Madrid pada laga El Clasico pada 2009.

    “Jelas, untuk mencetak gol dari sepak pojok melawan Jerman adalah hal sulit. Carles melakukannya dengan sempurna di mana kemenangan pertandingan harus ditentukan oleh detail kecil,” ujar Capdevilla menerangkan betapa vitalnya kedudukan Puyol yang masih dipercaya memegang ban kapten di Barcelona.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.