Mani, Si Kakatua Ramalkan Belanda Kalahkan Spanyol di Final

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (media.brisbanetimes.com.au)

    (media.brisbanetimes.com.au)

    TEMPO Interaktif ,Ketika Paul gurita di akuarim Sea Life Oberhausen meramalkan Jerman akan kalah dari Serbia di penyisihan grup, tidak seorangpun warga Jerman yang kesal. Namun sejak ramalan hewan tak bertulang belakang itu tepat ketika meramal Spanyol bakal mendepak Die Manschaft dari semi final sontak Paul menjadi hewan paling diburu.

    “Lemparkan Paul di wajan penggorengan,” tulis harian Berlin, merangkum keinginan seluruh rakyat Jerman yang lebih menginginkan Paul menjadi santapan di atas piring.

    Kini kemungkinannya akan terbalik. Warga Spanyol kemungkinan akan memburu Mani, seekor burung kakatua yang meramalkan Belanda akan mengalahkan Spanyol pada babak final untuk meraih gelar pertama Piala Dunia.

    Mani sehari-hari menjadi asisten tuannya seorang peramal. Peramal itu yakin jika tebakan hewan peliharaannya jitu. “Saya yakin 100 persen, apapun yang dipilih Mani akan tepat,” kata peramal yang tidak disebutkan namanya tersebut.

     

    Mani terbiasa membantu memprediksi hubungan cinta maupun keuangan para pelanggannya. Namun kali ini ia menebak tim Oranye yang akan meraih gelar. Keluar dari sangkarnya dengan langkah yang gontai, Mani berjalan ke depan dan memilih kartu putih di depannya yang di belakangnya terdapat bendera Belanda. Di sebelahnya padahal terdapat kartu putih berbendera Spanyol.

    Laga final akan digelar di Soccer City, Johannesburg Minggu (11/7). Wasit Inggris Howard Webb akan memimpin laga ini.

    Berikut link video Mani ketika memilih Belanda yang akan memenangkan Piala Dunia 2010.

    http://media.brisbanetimes.com.au/national/selections/mani-the-parrot-tips-holland-1683104.html?&exc_from=strap

    NYTIMES | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.