Tidak Ada Gelar Keempat untuk Sneijder  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wesley Sneijder. AP/Frank Augstein

    Wesley Sneijder. AP/Frank Augstein

    TEMPO Interaktif, Johannesburg: Wesley Sneijder hanya bisa duduk terpaku di atas rumpur Soccer City Stadium setelah Belanda kalah 1-0 dari Spanyol. Musim sempurnya yang sukses dijalaninya di Inter Milan, berubah suram.

    Bukannya menyapu bersih tiga gelar yang telah didapatnya seperti Liga Italia, Piala Italia, dan Liga Champions, Sneijder gagal meraih trofi akbar tahun ini: Piala Dunia. Saya memenangkan tiga gelar (musim ini) dan kini saya gagal meraih gelar keempat, keluh Sneijder setelah gol Andres Iniesta pada menit ke-82 menutup kemenangan Spanyol dalam laga yang berjalan panas.

    Setelah sukses menjaringkan lima gol dan melancarkan operan tak terhitung pada enam pertandingan di Afrika Selatan, seketika Sneijder menjadi pemain tak berguna bagi timnya. Ia sukses melancarkan operan long pass kepada Arjen Robben yang memaka Iker Casillas pontang-panting menyelamatkan gawangnya dan membangun benteng pertahanan yang kukuh.

    Namun tidak seperti pertandingan sebelumnya, kali ini bukan pertandingan terbaik yang dijalankan Sneijder. Sayang namun saya pikir kami bisa bangga dengan hal ini, seluruh rakyat Belanda, katanya.

    Padahal jika Sneijder sukses menyumbangkan gelar pertama Piala Dunia buat Belanda, ia akan menjadi pemain Eropa pertama yang berhasil meraih empat gelar dalam semusim.

    Sneijder beruntung bisa lolos dari sanksi kartu kuning setelah mentekel keras gelandang Spanyol Sergi Busquets pada babak awal permainan. Setelah itu ia terus mencecar wasit Howard Webb dengan protes-protes yang dilancarkannya.

    Sneijder mengklaim Andres Iniesta seharusnya mendapat kartu merah setelah melanggar Mark van Bommel, sebelum bintang Barcelona itu mencetak gol kemenangan La Furia Roja. Ada momen ketika Iniesta, ia menendang Van Bommel ketika bolanya tidak berada di sana. Ofisial keempat melihat peristiwanya dan mengatakan, yeah, saya melihatnya. Saya pikir jika Anda melihat itu adalah kartu merah, tegas Sneijder.

    Belanda, menurut Sneijder seharusnya mendapat hadiah sepak pojok tepat sebelum Spanyol melancarkan serangan yang berakhir dengan gol Iniesta. Pertama bola mengenai benteng pemain dan setelah itu kiper menyentuhnya, jadi jelas itu sepak pojok. Ini skandal yang harus berakhir seperti ini, ketus Sneijder.

    Namun Sneijder memilih bungkam ketika melihat sembilan rekannya mendapat sanksi 9 kartu kuning ditambah diusirnya John Heitinga. Saat ini saya tidak bisa berpikir dengan baik, kami baru saja kalah di final Piala Dunia, keluhnya.

    Setelah peulit panjang berbunyi, Sneijder ditemani Van Bommel mengerubungi Webb dan memprotes kinerja wasit tersebut.

    Sneijder kemudian bergegas pergi dan duduk di lapangan, dengan tangan melingkar di lutut. Tak lama Sergio Ramos mencoba menghiburnya dengan memeluknya. Itu bukan pelukan yang diinginkannya. Ia ingin dipeluk oleh seluruh negara, menjadi pengatur permainan pertama yang berhasil memenangkan gelar Piala Dunia.

    Namun lima gol yang dicetaknya, menjadi satu-satunya pelipur lara. Ia bersanding bersama striker Jerman Thomas Mueller yang meraih gelar Sepatu Emas. Ini memang menjadi salah satu pengobat lara bagi Sneijder di mana pada Agustus lalu Real Madrid memutuskan untuk mendepaknya dari Santiago Bernabeu sebelum si jenius Jose Mourinho menyadari kemampuan briliannya di lapangan hijau.

    Semusim ini Sneijder menjadi momok bagi pertahanan lawan dengan operan-operannya yang menusuk dan sukses mengubah pertandingan dengan tendangan bebasnya. Ia menjadi tulang punggung serangan Inter musim ini dan operannya ke kaki Diego Milito menjadi inspirator terjadinya gol pembuka klub Italia yang menang 2-0 dari Bayern Muenchen pada laga final Liga Champions.

    Performa apik Sneijder berlanjut di Afrika Selatan. Di bawah arahannya di tengah lapangan, Belanda sukses memetik kemenangan di tiga pertandingan penyisihan grup. Setelah itu ia sukses mencetak gol dalam kemenangan 2-1 Belanda dari Slovakia di perempat final dan menyumbangkan dua gol untuk menyingkirkan Brasil dari perempat final 2-1, termasuk sundulan yang tidak menjadi trade marknya ketika mencetak gol.

    Sneijder juga berhasil mencetak gol ketika Belanda mengalahkan Uruguay 3-2 di semi final. Hanya permainan buruk Belanda yang merusak kesempurnaan musim yang dijalani Sneijder.

    AP | BAGUS WIJANARKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.