Dubes Rusia Deg-degan Lawan Belgia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Rusia Mikhail Yurievich Galuzin, dalam konferensi pers terkait situasi Ukraina di kediamannya di Jakarta (23/4). Tempo/Natalia Santi

    Duta Besar Rusia Mikhail Yurievich Galuzin, dalam konferensi pers terkait situasi Ukraina di kediamannya di Jakarta (23/4). Tempo/Natalia Santi

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Yurievich Galuzin, tampak sumringah ketika Tempo menyatakan niat untuk mewawancarainya perihal Piala Dunia 2014 dan keikutsertaan tim nasional negerinya dalam perhelatan kali ini.

    Sepak bola adalah salah satu olah raga kesukaannya. Dynamo Moscow adalah klub favoritnya.  Dia ikut merasakan kesedihan yang mendalam ketika tim Rusia dikalahkan Belgia 3-2 di Stadion Shizuoka, Jepang, pada Piala Dunia 2002. Ketika itu dia bertugas sebagai Minister Counsellor di Kedutaan Besar Rusia di Tokyo.

    Kali ini Rusia berada di satu grup dengan Belgia di Grup H.  Dia mengaku sedikit gentar menanti pertandingan tim Rusia melawan Belgia pada 22 Juni mendatang di Rio de Janeiro.

    Di sela-sela Russia Day yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Rabu, 12 Juni 2014, duta besar yang fasih berbahasa Jepang ini mengaku target Rusia kali ini tidak terlalu muluk-muluk, masuk  perempat final sudah dianggap sebuah keberhasilan.

    Berikut petikan wawancaranya:

    Apa harapan Anda tentang Piala Dunia kali ini?

    Kami menanti-nantikan Piala Dunia kali ini karena tim Rusia tidak berpartisipasi pada Piala Dunia sebelumnya di Afrika Selatan. Saat itu kami tidak masuk babak kualifikasi. Sekarang untungnya berhasil lolos.

    Kami punya tim yang kuat, pelatih yang hebat, Fabio Capello dari Italia. Pada pertandingan pertama 17 Juni nanti, Rusia akan melawan Korea Selatan. Menurut saya, tim kami kuat dan pemainnya masih muda. Ada dua penyerang yang tangguh, Aleksandr Kokorin dari  Dynamo Moscow dan Aleksandr Kerzhakov dari Zenit St Petersburg.

    Bek kami juga kuat, yaitu Vasili Berezutskiy dan Sergey Ignashevich. Mereka berdua dari Central Army Sport Club (CSKA), klub asal Moskow yang menjadi juara Rusia tahun ini. Seingat saya, mereka juga adalah juara Piala Eropa tahun 2005. Saya harap Rusia akan menang.

    Siapa lawan terberat Rusia?

    Menurut saya, Belgia.

    Kenapa?

    Mereka adalah negara yang punya tradisi sepak bola yang mendalam. Dua belas tahun lalu,  saat Piala Dunia diselenggarakan di Jepang, Rusia dikalahkan Belgia. Saya menonton pertandingan itu di Stadiun Shizuoka, Prefektur Jepang. (Galuzin pernah menjadi Minister Counsellor Kedutaan Besar Rusia di Tokyo 2001-2008). Saya kesal dan sangat sedih. Tapi, setelah pertandingan, saya bisa merasakan betapa kuatnya tim Belgia saat itu. Karena itu, saya agak tegang soal pertandingan melawan Belgia.

    Apa target Rusia dalam Piala Dunia kali ini?

    Seperti yang dikatakan oleh Menteri Olahraga Rusia, masuk babak perempat final sudah merupakan keberhasilan bagi Rusia. Itu artinya kami harus memenangi setiap pertandingan.

    Apakah Kedutaan Besar Rusia akan mengadakan acara nonton bareng?

    Mungkin, kita menonton bersama-sama di rumah masing-masing saja. (Tertawa) Kecuali kalau Rusia masuk babak final. Misalnya Brasil melawan Rusia. Nanti akan kita pikirkan.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto